Showing posts with label Wolio. Show all posts
Showing posts with label Wolio. Show all posts

Mengenal Aco, Jagoan Dangdut Asal Baubau yang Melesat di LIDA Indosiar

Muhammad Adriansah alias Aco adalah kontestan Liga Dangdut (LIDA) Indonesia 2020. Saat ini Aco berhasil masuk TOP 12 besar. Pemuda ini berasal dari Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. 


JENDELASULTRA.BLOGSPOT.COM – Nama lengkapnya Muhammad Adriansah, dengan sapaan akrab Aco. Pemuda berusia 21 tahun ini adalah kontestan yang terus melesat di Liga Dangdut (LIDA) Indonesia 2020, salah satu ajang pencarian bakat yang diselenggarakan stasiun TV swasta Indosiar.

Keseharian Aco adalah seorang muadzin di Masjid Raya Baubau, dan juga mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Buton.  Ia juga seorang qori (mahir dalam seni baca Alquran), plus hobi menyanyi dangdut.

Hal itulah yang membuatnya berbeda dengan lainnya. Bakatnya menyanyi terasah dari kebiasaannya mengumandangkan adzan, mengaji, dan menyanyi. Semuanya berpadu padan lalu menggema dalam irama dangdut yang unik nan enak didengar.

Prestasi si jago dangdut ini dalam seni baca Alquran bukan kaleng-kaleng, di antaranya pernah Juara 1 MTQ tingkat Provinsi Sultra, juara 3 lomba syahril Qur'an tingkat Provinsi Sultra.  Pun dalam hal menyanyi juga tak kalah gemilang, misalnya pernah juara 1 lomba dangdut Halo Sultra, juara lomba dangdut tingkat Provinsi Sultra, dan terakhir juara 1 Bintang Vokalis Tingkat Nasional (Jakarta).

Soal keikutsertaannya dalam Liga Dangdut tak lepas dari keikutsertaannya dalam kegiatan Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) tingkat nasional di Jakarta. Jadi, ceritanya pada 19 Desember 2019 Aco meraih juara 1 kategori putra. Keesokan harinya ia mendapat kesempatan mengikuti penjurian artis di salah satu ajang pencarian bakat terbesar LIDA 2020.

*Kehidupan Orang Tua

Aco lahir di Balikpapan pada 26 Agustus 1998 dari dua orang tua yang sederhana. Ayahnya asli suku Bugis sedangkan ibunya asli suku Buton.

Meski lahir di Balikpapan, Aco tumbuh dan besar di Kota Baubau, daerah asal ibunya. Pendidikannya diawali di SDN 1 Baubau, lalu SMPN 1 Baubau dan SMKN 1 Baubau.

Di Kota Baubau, ibunya biasa membantu keluarga bikin roti, dan menjaga jualan kue. Sedangkan ayahnya adalah penjual es gerobak. Kehidupan orang tua Aco itu ditampilkan dalam salah satu sesi ajang LIDA.
Ayah Aco yang sedang berjualan es ke anak-anak sekolah. (Sumber: Indosiar)

Ayahnya menjual es ke sekolah-sekolah di Kota Baubau. Kerja itu sudah dilakoni ayahnya sejak Aco berusia 3 tahun dan masih terus dilakukan hingga kini.

Tampak ayah Aco mendorong gerobak berwarna hijau dengan kaos oblong dan memakai topi hitam. Di atas gerobak ada payung sebagai pelindung dari sengatan matahari. Gerobak itu di dorongnya menyusuri jelan menju sekolah-sekolah.

Potongan es batu dicampurkannya dengan sirup lalu dimasukan dalam plastik yang sudah ada sedotannya. Sajian es yang seperti itu tampak disukai anak-anak, terbukti kadang banyak mengerubungi.

*Masuk Top 12

Kini Aco terus melesat masuk di 12 besar kontestan Liga Dangdut Indonesia. Pada awal April 2020, dia akan tampil di Konser TOP 12. Untuk terus maju dan menjadi juara, dia butuh dukungan seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke terkhusus warga Sulawesi Tenggara.

Caranya ketik LIDA (spasi) ACO kirim ke 97288, dan bisa juga vote lewat Tokopedia. Kirim dukungan sebanyak-banyaknya atau semampu Anda, agar Aco menang.

Di babak ini TOP 12 ini peserta yang tersisa dibagi ke dalam 3 grup dan akan berduet dengan 6 orang senior mereka dari D'Academy (DA) maupun LIDA.

Masing-masing senior DA maupun LIDA akan berduet dengan 2 orang peserta LIDA 2020 berbeda di grup berbeda beda.

KOMPOSISI TEMAN DUET TOP 12
FAUL : JANNA, NIA
FILDAN : DIYAH, GUNAWAN
ICAL : MELI, WULAN
IRWAN : ANDARI, HAMID
LESTI : ACO, HARI
RARA : DINI, EVA

Jadwal grup:

Grup 1
1.Dini(Sumut)berduet dengan Rara lida
2.Diyah(Jatim) berduet dengan Fildan
3.Hamid(NTT)berduet dengan Irwan
4.Wulan(Banten)berduet dengan Ical

Grup 2
1.Andari(Sulbar)berduet dengan Irwan
2.Hari(Jambi)berduet dengan Lesti
3.Meli(Jabar)berduet dengan Ical
4.Nia(Sulsel)berduet dengan Faul

Grup 3
1.Aco(Sulteng)berduet dengan Lesti
2.Eva(NTB)berduet dengan Rara
3.Gunawan(Malut)berduet dengan fildan
4.Janna(PapBar)berduet dengan Faul

Note:
- Sudah Ada Malam Show & Result Show
- Peserta Akan diduetkan dengan senior dimalam Show!
-Ayo Dukung Jagoan Kalian Dengan Cara SMS/Vote Di Aplikasi Tokopedia Play. (*)

Penulis: Muhamad Taslim Dalma

Asal Usul Buton dan Benarkah Benteng Keraton Buton Terbesar di Dunia

Benteng Keraton Buton yang terletak di Kota Baubau
JENDELASULTRA.BLOGSPOT.COM – Kepulauan Buton merupakan salah satu gugusan Pulau di Sulawesi. Secara administratif, Buton masuk dalam wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Buton pada zaman dahulu memiliki sistem pemerintahan sendiri yang dikenal dengan Kerajaan Buton. Salah satu buktinya peninggalan kerajaan adalah Benteng Keraton Buton.

Asal-usul istilah Buton ada dua yaitu “Buton” dan ada pula “Butun” berakar dari kosa kata bahasa Melayu. Butun adalah pohon bernama latin “Barringtonia Asiatica”, sejenis pepohonan mangrove yang tumbuh di sekitar pantai. Pohon jenis ini tumbuh dengan rimbun di wilayah pesisir pulau-pulau jazirah Sulawesi Tenggara.

Butun biasa juga dikenal keben. Pohon ini bisa mencapai tinggi 7 sampai 15 meter. Daunnya seperti daun jambu mete. Kelopak bunga berwarna putih dan benang sari berwarna merah muda. Keben juga disebut box fruit karena buahnya yang seperti kubus, mirip ketupat kecil. 

La Niampe dalam bukunya “Revolusi Mental Zaman Kesultanan Buton Abad XIX” (2018) menjelaskan bahwa dahulu para pedagang dari Semenanjung Melayu yang melewati kepulauan Nusantara bagian timur, terutama tujuan Ternate, banyak singgah di pulau-pulau Buton. Penduduk banyak yang menjadi teman dagang mereka. Para pedagang itulah menyebut pulau-pulau yang mereka singgahi dengan istilah Pulau Butun atau Buton. 

Berawal dari komunikasi dan interaksi para pedagang itu, maka menyebar di Nusantara tentang Buton. Sebab itulah maka istilah Buton lebih dikenal oleh orang luar Buton, sementara masyarakat lokal terkhusus di Sulawesi Tenggara lebih akrab dengan istilah “Wolio”. Kendati demikian masih ada versi-versi lain terkait asal usul penamaan Buton.

Berbahas tentang Buton maka ruang wilayahnya luas karena Kerajaan Buton melingkupi beberapa pulau yang pada masa sekarang ini terpisah secara administratif pemerintahan. Misalnya Wanci, Kaledupa, Tomia, Binongko, yang bergabung menjadi Kabupaten Wakatobi.

Berbeda halnya dengan Wolio yang merujuk salah satu daerah yaitu Kota Baubau. Di Kota ini terdapat Benteng Keraton Buton. Letaknya di ketinggian. Dari atas benteng akan tampak pemandangan bawah dan lautan lepas. Di benteng itu terdapat meriam yang dahulu jadi senjata pertahanan.
Catatan tentang Arung Palaka di Benteng Keraton Buton


Informasi yang berkembang adalah benteng tersebut merupakan benteng terbesar di Indonesia dan yang terbesar di dunia. Namun benarkah demikian atau mungkin itu hanyalah marketing issue untuk menarik wisatawan. 

Dalam catatan Caleb Coppenger “Misteri Kepulauan Buton” (2011), mempertanyakan tentang kriteria apa yang digunakan sehingga Benteng Keraton Buton di Baubau dapat dikatakan yang terbesar. Pasalnya, ia pernah melihat beberapa benteng yang tampaknya lebih besar di Thailand dan Myanmar.


Penulis: Muhamad Taslim Dalma