Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Hasil Rekapitulasi Pilkada Muna di KPU, Baharuddin - La Pili Menang 33 Suara

Data Pilkada Muna. Sumber: pilkada2015.kpu.go.id
JENDELASULTRA.BLOGSPOT.COM, MUNA - Hasil rekapitulasi  7 daerah pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015 di Sulawesi Tenggara (Sultra) kini telah rampung di situs resmi KPU (pilkada2015.kpu.go.id). Muna menjadi kabupaten terakhir yang paling terlambat perhitungannya.

Rekapitulasi suara itu berdasarkan formulir model C1 (hasil perhitungan suara di TPS). Data terakhir yang diupdate di website pilkada2015.kpu.go.id, Sabtu dini hari(19/12/2015) pukul 02.25 Wita, persentase data masuk sudah mencapai 100%.

Baharuddin - La Pili unggul tipis 47,32% dengan 47467 Suara, diikuti  Rusman – Malik 47,29% dengan 47434  Suara. Sedangkan posisi paling akhir Arwaha – Samuna perolehannya hanya 5,39% dengan 5407 Suara.

Jika dijumlahkan selisih suaranya maka pasangan Baharuddin-La Pili unggul 33 suara dibandingkan dengan Rusman – Malik. Selisih itu diraih Baharuddin – La Pili dari total  321 TPS  di 22 Kecamatan yang ada di Kabupaten Muna.


Untuk persebaran suaranya Baharuddin - La Pili unggul di 13 kecamatan yakni Batukara, Bone, Kabangka, Kabawo, Kontukowuna, Marobo, Parigi, Pasikolaga, Pasir Putih, Tongkuno, Tongkuno Selatan, Towea, Wakorumba Selatan.


Sementara itu, Rusman – Malik unggul di 9 Kecamatan yakni Batalaiwaru, Duruka, Katobu, Kontunaga, Lasalepa, Lohia, Maligano, Napabalano, dan Watopute. Sedangkan Arwaha – Samuna tidak satu kecamatanpun bisa mengungguli. 



Penulis: Muhamad Taslim Dalma (ZONASULTRA.COM)

Hasil Pilkada 2015 Muna Versi KPU: Rusman Vs. Baharuddin

Data terakhir yang diupdate di website pilkada2015.kpu.go.id, Senin dini Hari (12/12/2015) pukul 00.30 Wita, perhitungan di Kabupaten Muna baru mencapai 79,75 %. Dengan TPS yang dihitung 256 dari total 321 TPS.
JENDELASULTRA.BLOGSPOT.COM, MUNA - Hasil rekapitulasi  7 daerah pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015 di Sulawesi Tenggara (Sultra) kini tengah berlangsung di situs resmi KPU (pilkada2015.kpu.go.id) dan ada pula yang telah selesai. Rekapitulasi suara itu berdasarkan formulir model C1 (hasil perhitungan suara di TPS).

Data terakhir yang diupdate di website pilkada2015.kpu.go.id, Senin dini Hari (12/12/2015) pukul 00.30 Wita, perhitungan di Kabupaten Muna baru mencapai 79,75 %. Dengan TPS yang dihitung 256 dari total 321 TPS di Muna. Dalam perhitungan tersebut pasangan calon Rusman - Malik bersaing ketat dengan dr. Baharuddin - La Pili.

Rusman - Malik unggul sangat tipis dengan perolehan 47,61% dengan 44432 Suara, dipepet Baharuddin - La Pili 47,07% dengan 43923 Suara. Sedangkan posisi paling akhir diisi Arwaha – Samuna yang 5,32% dengan 4966 Suara.

Hingga tulisan ini dirilis, proses perhitungan masih terus berlanjut.  Tiga kecamatan yang datanya belum masuk yakni Pasir Putih, Tongkuno, dan Tongkuno Selatan.

Dalam situs tersebut dilansir bahwa Perlu rekapitulasi suara berdasarkan formulir Model C1 yang telah ditetapkan oleh KPPS, bersifat sementara dan bukan hasil final. Kesalahan yang terdapat pada formulir Model C1 diperbaiki pada rekapitulasi di tingkat atasnya.


Penulis: Muhamad Taslim Dalma (ZONASULTRA.COM)

Hasil Pilkada 2015 Wakatobi Versi KPU

Hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015 Kabupaten Wakatobi. Perhitungan formulir C1 belum rampung. Foto: pilkada2015.kpu.go.id
JENDELASULTRA.BLOGSPOT.COM, WAKATOBI - Hasil rekapitulasi  7 daerah pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015 di Sulawesi Tenggara (Sultra) kini tengah berlangsung di situs resmi KPU (pilkada2015.kpu.go.id) dan ada pula yang telah selesai. Khusus untuk Kabupaten WAKATOBI rekapitulasi perhitungan C1nya (hasil perhitungan suara di TPS) belum rampung.

Data terakhir yang diupdate di website pilkada2015.kpu.go.id, Minggu pagi (12/12/2015) pukul 08.30 Wita, pasangan calon Arhawi - Ilmiati Daud  56,06% dengan 148 Suara, menyusul Haliana - Syawal 43,94% dengan 116 Suara. Data yang masuk baru 0,73 persen (2 dari 274 TPS). Sampai saat ini perhitungan masih berlangsung di situs tersebut.

Dalam situs tersebut dilansir bahwa  rekapitulasi suara berdasarkan formulir Model C1 yang telah ditetapkan oleh KPPS, bersifat sementara dan bukan hasil final. Kesalahan yang terdapat pada formulir Model C1 diperbaiki pada rekapitulasi di tingkat atasnya.




Penulis: Muhamad Taslim Dalma

Hasil Pilkada Konawe Kepulauan (Konkep) Versi KPU

Pasangan Calon Bupati & Wakil Konawe Kepulauan (Konkep) Amrullah - M. Lutfi. Pasangan ini unggul dalam perhitungan situs resmi KPU (pilkada2015.kpu.go.id). 
JENDELASULTRA.BLOGSPOT.COM, KONAWE KEPULAUAN - Hasil rekapitulasi  7 daerah pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015 di Sulawesi Tenggara (Sultra) kini tengah berlangsung di situs resmi KPU (pilkada2015.kpu.go.id) dan ada pula yang telah selesai. Khusus untuk Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) rekapitulasi perhitungan C1nya (hasil perhitungan suara di TPS) telah selesai dengan data masuk 100 %. 

Data terakhir yang diupdate di website pilkada2015.kpu.go.id, Sabtu (12/12/2015) pukul 13.45 Wita, pasangan calon Amarullah - M. Lutfi  56,98% dengan 10351 Suara, menyusul Nur Sinapoy - Abd.Salam  40,73% dengan 7399 Suara. Diposisi paling kahir ditempati Ridwan - Kurdin Wahab  2,30% dengan 417 Suara.

Dalam situs tersebut dilansir bahwa Perlu rekapitulasi suara berdasarkan formulir Model C1 yang telah ditetapkan oleh KPPS, bersifat sementara dan bukan hasil final. Kesalahan yang terdapat pada formulir Model C1 diperbaiki pada rekapitulasi di tingkat atasnya.



Penulis: Muhamad Taslim Dalma (ZONASULTRA.COM)

Hasil Pilkada 2015 Konawe Utara (Konut) Versi KPU

Pasangan Calon Bupati & Wakil Konawe Utara (Konut) Ruksamin - Raup. Pasangan ini unggul dalam perhitungan situs resmi KPU (pilkada2015.kpu.go.id). 
JENDELASULTRA.BLOGSPOT.COM, KONAWE UTARA - Hasil rekapitulasi  7 daerah pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015 di Sulawesi Tenggara (Sultra) kini tengah berlangsung di situs resmi KPU (pilkada2015.kpu.go.id) dan ada pula yang telah selesai. Khusus untuk Kabupaten Konawe Utara (Konut) rekapitulasi perhitungan C1nya (hasil perhitungan suara di TPS) telah selesai dengan data masuk 100 %. 

Data terakhir yang diupdate di website pilkada2015.kpu.go.id, Sabtu (12/12/2015) pukul 13.35 Wita, pasangan calon Ruksamin - Raup paling perkasa di angka 50,83% dengan 19026 Suara,  mengikut Aswad Sulaiman - Abuhaera 48,71% dengan suara 18230 Suara. Sementara diposisi akhir dan suaranya paling sedikit diantara pasangan calon 7 daerah pilkada di Sultra yakni Anwar - Razak Naba 0,46% dengan 173 Suara.

Dalam situs tersebut dilansir bahwa Perlu rekapitulasi suara berdasarkan formulir Model C1 yang telah ditetapkan oleh KPPS, bersifat sementara dan bukan hasil final. Kesalahan yang terdapat pada formulir Model C1 diperbaiki pada rekapitulasi di tingkat atasnya.


Penulis: Muhamad Taslim Dalma (ZONASULTRA.COM)

Hasil Pilkada 2015 di Kolaka Timur Versi Situs Resmi KPU

Pasangan Calon Bupati & Wakil Bupati Kolaka Timur (Koltim) Tony Herbiansyah - Andi Merya. Pasangan ini unggul dalam perhitungan situs resmi KPU (pilkada2015.kpu.go.id). 
JENDELASULTRA.BLOGSPOT.COM, KOLAKA TIMUR - Hasil rekapitulasi  7 daerah pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015 di Sulawesi Tenggara (Sultra) kini tengah berlangsung di situs resmi KPU (pilkada2015.kpu.go.id) dan ada pula yang telah selesai. Khusus untuk Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) perhitungan C1nya telah selesai dengan data masuk 100 %. Rekapitulasi suara itu berdasarkan formulir model C1 (hasil perhitungan suara di TPS).

Data terakhir yang diupdate di website pilkada2015.kpu.go.id, Sabtu (12/12/2015) pukul 13.30 Wita, Tony - Andi Merya dipuncak perolehan 40,81% dengan 8678 Suara, menyusul Wahyu - Idul Fitri 30,36%  dengan 6455 Suara, M. Buddu - Ridwan 24,06% dengan 5116 Suara. Terakhir ditempati Syamsu Alam – Farida yang hanya 4,78% dengan  1016 Suara.

Dalam situs tersebut dilansir bahwa Perlu rekapitulasi suara berdasarkan formulir Model C1 yang telah ditetapkan oleh KPPS, bersifat sementara dan bukan hasil final. Kesalahan yang terdapat pada formulir Model C1 diperbaiki pada rekapitulasi di tingkat atasnya.



Penulis: Muhamad Taslim Dalma (ZONASULTRA.COM)

Hasil Pilkada Buton Utara 2015 Versi Situs Resmi KPU

Pasangan calon bupati & dan wakil bupati Buton Utara (Butur). Pasangan ini  unggul dalam situs resmi KPU (pilkada2015.kpu.go.id). 
JENDELASULTRA.BLOGSPOT.COM, BUTON UTARA - Hasil rekapitulasi  7 daerah pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015 di Sulawesi Tenggara (Sultra) kini tengah berlangsung di situs resmi KPU (pilkada2015.kpu.go.id) dan ada pula yang telah selesai. Khusus untuk Buton Utara (Butur) perhitungan C1nya telah selesai. Rekapitulasi suara itu berdasarkan formulir model C1 (hasil perhitungan suara di TPS).

Data terakhir yang diupdate di website pilkada2015.kpu.go.id, Sabtu (12/12/2015) pukul 13.20 Wita, sementara untuk perhitungan di Kabupaten Buton Utara, Abu Hasan-Ramadio tak terbendung di angka 50,76% dengan 19186 Suara, menyusul Ridwan Zakariah-La Djiru 48,79% dengan 18443 Suara. Posisi paling bawah ditempati  Abdul Ganiru-Ahmad Gamsir  0,44% dengan 168 Suara.

Dilansir dari situs resmu KPU tersebut dinyatakan bahwa Perlu rekapitulasi suara berdasarkan formulir Model C1 yang telah ditetapkan oleh KPPS, bersifat sementara dan bukan hasil final. Kesalahan yang terdapat pada formulir Model C1 diperbaiki pada rekapitulasi di tingkat atasnya.


Penulis: Muhamad Taslim Dalma (ZONASULTRA.COM)

Hasil Pilkada 2015 di Muna Versi Situs Resmi KPU

Pasangan Calon Bupati & Wakil Bupati Muna dr. Baharuddin - La Pili. Untuk sementara pasangan ini unggul di di situs resmi KPU (pilkada2015.kpu.go.id). Namun demikian perhitungan suara belum selesai. 
JENDELASULTRA.BLOGSPOT.COM, MUNA - Hasil rekapitulasi  7 daerah pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015 di Sulawesi Tenggara (Sultra) kini tengah berlangsung di situs resmi KPU (pilkada2015.kpu.go.id) dan ada pula yang telah selesai. Rekapitulasi suara itu berdasarkan formulir model C1 (hasil perhitungan suara di TPS).

Data terakhir yang diupdate di website pilkada2015.kpu.go.id, Sabtu (12/12/2015) pukul 11.30 Wita, sementara untuk perhitungan di Kabupaten Muna baru mencapai 71,03%. Dengan TPS yang dihitung 228 dari tatal 321 TPS di Muna. Baharuddin - La Pili unggul tipis 47,84% dengan 34765 Suara, dipepet  Rusman – Malik 47,01% dengan 34166 Suara. Sedangkan posisi paling akhir Arwaha – Samuna perolehannya hanya 5,15% dengan 3743 Suara.

Dalam situs tersebut dilansir bahwa Perlu rekapitulasi suara berdasarkan formulir Model C1 yang telah ditetapkan oleh KPPS, bersifat sementara dan bukan hasil final. Kesalahan yang terdapat pada formulir Model C1 diperbaiki pada rekapitulasi di tingkat atasnya.



Penulis: Muhamad Taslim Dalma (ZONASULTRA.COM)

Hasil Survey Terkini Pilkada Konawe Selatan (Konsel)

Ilustrasi Survey
JENDELASULTRA.BLOGSPOT.COM, KENDARI –  Pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) di isi 4 pasangan calon bupati. Keempatnya adalah no. urut 1 yakni Asnawi Syukur-Rustam Tamburaka (PAN, Nasdem, PDIP, PKS, PPP, dan Gerindra). No. Urut 2 yakni Muhammad Endang-Muhammad-Nurfa Thalib (Demokrat dan PKB). Kemudian no. urut 3 Surunuddin Dangga-Arsalim (Golkar, PBB, dan Hanura). Serat no. urut 4 Rusmin Abdul Gani-Muhlis (Independen).

Berdasarkan info hasil survey dari sumber terpercaya. Hasil survey pilkada Konsel: No. urut 1, no. urut 2, dan no. urut 3 memiliki persentase dengan selisih selisih 1 %. Dengan pertimbangan etika dan kerahasiaan maka penulis memilih  merahasiakan calon mana yang unggul dalam persentase hasil surevey tersebut.

Namun dengan melihat jarak yang sangat dekat, dapat dipastikan Pilkada Konsel yang akan berlangsung pada 9 Desember 2015 akan sangat menarik oleh ketatnya persaingan. Kemenangan sudah pasti akan sangat ditentukan oleh pergerakan tim pemenangan masing-masing. Selain itu, strategi dan sedikit keberuntungan juga akan sangat berpengaruh dalam mendongkrak suara.

Untuk melihat berbagai dinamika dan problematikan Pilkada 7 daerah di Sulawesi Tenggara, silahkan BACA di:


Halaman Politik Jendela Sultra
Halaman Pemilu Jendela Sultra


Penulis: Muhamad Taslim Dalma (ZONASULTRA.COM)



Hasil Survey Pilkada Muna

Ilustrasi Survey. Foto: Internet
JENDELASULTRA.BLOGSPOT.COM, KENDARI –  Pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Muna di isi tiga pasangan calon bupati. Ketiganya adalah no. urut 1 Rusman Emba - Malik Ditu (PDIP dan Demokrat). Kemudian, no. urut 2 La Ode Arwaha - La Ode Samuna (PKB dan Hanura). Serta, no. urut 3 dr. Baharuddin - La Pili (PAN, PKS Ger,dan  Nasdem).

Menurut informasi yang dihimpun penulis hasil survey pilkada Muna: No. urut 1 dan no. urut 3 memiliki persentase dengan jarak yang sangat tipis yaitu selisih 2 %. Dengan pertimbangan tertentu penulis memilih untuk merahasiakan calon mana yang unggul dalam persentase tersebut.

Namun dengan melihat selisih yang demikian tipis dapat dipastikan pada hari pemilihan 9 Desember 2015, kemenangan akan sangat ditentukan tim-tim sukses apakah bergerak dengan militan atau tidak. Selain itu, faktor-faktor lain yang tentunya menjadi strategi calon akan sangat berpengaruh.

Untuk melihat berbagai dinamika dan problematika Pilkada Muna silahkan BACA di:

Halaman Politik Jendela Sultra
Halaman Pemilu Jendela Sultra


Penulis: Muhamad Taslim Dalma (ZONASULTRA.COM)

Muswil PKS, Nur Alam: PKS dan PAN Lahir dari Rahim yang Sama

Suasana musyawarah wilayah PKS Sulawesi Tenggara, Rabu (14/10/2015). Foto: Dok. Penulis
JENDELASULTRA.BLOGSPOT.COM, KENDARI - Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam menghadiri pembukaan musyawarah wilayah (muswil) ke 4 PKS Sultra.

Nur Alam yang juga Ketua PAN Sultra ini mengatakan memiliki hubungan yang dekat dengan PKS baik dari sisi kepartaian Tingkat nasional maupun di daerah Sultra. PAN dan PKS mulanya lahir dari rahim yang sama, namun karena tuntutan organisasi di era reformasi yang multi partai maka ada yang disebut PAN dan PKS.

"Awal berkembangnya PKS dan PAN yakni awal masa reformasi. Kala itu di Sultra saya  sangat kenal dan dekat dengan inisiator-inisiator PKS seperti Amiruddin Rahim, Suharman dan Andi Mansur. Saya sering bersama mereka," ungkap Nur Alam ketika memberikan sambutannya pada Muswil PKS di Grand Awani Hall Kendari, Rabu (14/10/2015).

PKS saat ini diisi dengan kader-kader muda yang peuh semangat dan militan dan setiap acara PKS. Hal ini kata Nur Alam membuatnya iri dan semakin menunjukkan bahwa PKS adalah partai yang bagus regenerasinya.

"Kalau kader-kader muda itu bertahan maka dalam 30 tahun ke depan, kader PKS saat ini yang akan menguasai perpolitikan Indonesia," ujar Nur Alam


Penulis: Muhamad Taslim Dalma (ZONASULTRA.COM)

Tegaskan Nyalon Gubernur, Ali Mazi Klaim Didukung Golkar

Ali Mazi
JENDELASULTRA.BLOGSPOT.COM, KENDARI - Ketua Nasdem Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi menegaskan akan kembali maju sebagai calon Gubernur 2018. Untuk memastikan itu beberapa partai sudah siap berkoalisi dengan Nasdem yakni PPP, Hanura, Gerindra, dan Golkar.

Ali Mazi mengatakan partai Golkar akan mendukungnya sebagai calon gubernur karena potensi untuk menang sangat tinggi. Sementara untuk partai PPP, Hanura, Gerindra sudah ada persetujuan dari ketuanya  di tingkat provinsi untuk bersatu di pilgub nanti.

“Golkar akan mendukung. Hal itu tentu berdasarkan komunikasi dengan Golkar yang ada di pusat,” kata Ali Mazi usai pembukaan acara sekolah legislatif Nasdem di Hotel Clarion, kendari, Jum’at (2/10/2015).

Komitmen untuk berkoalisi itu sampai saat ini masih sebatas setuju secara prinsip namun belum ada rekomendasi resmi dari partai. Lanjut Ali, finishingnya nanti pada saat penetapan calon di KPU.

Untuk mencalon gubernur yang harus disiapkan yakni uang, keberanian, dan batin. Kalau tidak memiliki ketiganya itu kata Ali, maka jangan bermimpi untuk mencalon gubernur.




Penulis: Muhamad Taslim Dalma (ZONASULTRA.COM)

PDIP Sultra Ditarget 2 Kursi DPR RI Picaleg 2019

Hasto Kristianto (Kiri) dan Hugua (kanan) dalam rapat kordinasi daerah Dewan (DPD) PDIP Sulawesi Tenggara di Hotal Zahra Kendari, Selasa sore (29/9/2015). Foto: dok. Penulis.
JENDELASULTRA.BLOGSPOT.COM, KENDARI - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mulai memasang target kembali menang besar untuk Pemilu 2019. Tak terkecuali di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Hasto Kristianto mengatakan di Sultra Bukanlah basis PDIP. Namun hal itu tidak menjadi soal, apalagi pemilihan presiden yang lalu  Jokowi terhitung menang di Sultra.

Ada peluang yang begitu besar di Sultra apalagi di bawah kepemimpinan Hugua yang telah membawa kemajuan di Wakatobi dan dikenal dunia internasional. Maka kata Hasto, kader tidak perlu ragu untuk memenangkan pemilu termasuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015.

"Pemilu yang lalu memang tidak ada anggota DPR RI dari PDIP di Sultra. Namun ke depan target kita 2 kursi DPR RI bisa diraih PDIP Sultra pada Pilcaleg 2019," Kata Hasto dalam rapat kordinasi daerah Dewan (DPD) PDIP Sultra di Hotal Zahra Kendari, Selasa sore (29/9/2015).

Dengan posisi politik PDIP yang saat ini berada dalam pemerintahan akan menjadi spirit bagi kader di Sultra untuk mengembangkan partai. Selain itu, Hasto mengajak untuk meningkatkan soliditas dan strategi dalam memenangkan Pilkada 2015 di Sultra. 



Penulis: Muhamad Taslim Dalma (ZONASULTRA.COM)

Gugat KPU Muna, Pengacara dr. Baharuddin-La Pili Optimis Menang di PT TUN Makassar

JENDELASULTRA.BLOGSPOT.COM, KENDARI – Keputusan KPU Muna yang meloloskan Rusman-Malik sebagai pasangan calon (Paslon) mulai disidangkan di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Makassar. Penggugat dalam sidang tersebut adalah Paslon dr. Baharuddin-La Pili dan yang jadi tergugat adalah KPU Muna.

Ketua tim pengacara (dr. Baharuddin-La Pili) Dahlan Moga mengatakan gugatan itu mengenai keputusan KPU Muna no. 57 tahun 2015 tentang penetapan paslon 24 Agustus 2015. Keputusan KPU Muna tersebut dianggap melanggar hukum karena berlawanan dengan peraturan KPU no. 2 tahun 2015 tentang tahapan Pemilihan kepala daerah (Pilkada) dan juga melanggar keputusan KPU Muna no.3 tahun 2015 tentang tahapan, program, dan jadwal Pilkada.

Dalam jadwal tahapan penyerahan berkas paslon berakhir 7 Agustus 2015 namun KPU menerima berkas lagi di tanggal 20. Kata Dahlan, landasan KPU yang mengambil keputusan penetapan Paslon berdasarkan rekomendasi Panwas sangat tidak berdasar karena rekomendasi tersebut tidak berdasarkan PKPU dan tidak merujuk undang-undang Pilkada.

“Ini bukan berbicara tentang hak berdemokrasi tapi tentang bagaimana penegakkan aturan hukum. Kalau  dibuat oleh KPU Muna melalui keputusan KPU no. 3 dimana batas akhir 7 Agustus berarti harus konsisten,” kata Dahlan di Kendari, Kamis (17/9/2015).

KPU merupakan lembaga mandiri yang harus bisa memberikan kepastian hukum dan adil. Lanjut Dahlan, dengan adanya gugatan hukum itu tidak berarti pihaknya menjegal paslon Rusman-Malik tapi sebagai masyarakat yang melihat ada pelanggaran hukum harus memproses itu.

Mengenai gugatan itu, Dahlan optimis bisa memenangkannya karena KPU secara nyata melanggar aturannya sendiri. Olehnya Kata Dahlan upaya itu dilakukan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku bukan dengan bertindak anarkis dan lainnya.




Penulis: Muhamad Taslim Dalma (ZONASULTRA.COM)

Pencalonan Rusman-Malik Disengketakan, Ini Alasan La Pili

Pasangan calon bupati/wakil bupati Muna LM. Baharuddin-La Pili
JENDELASULTRA.BLOGSPOT.COM, KENDARI – Penetapan pasangan calon Rusman-Malik sebagai calon bupati dan wakil bupati Muna 2015 sampai saat ini masih disengketakan oleh calon lainnya. Salah satu yang mengajukan sengketa adalah pasangan calon LM baharuddin-La Pili yang kuasa hukumnya akan melanjutkan sengketa ke Dewan kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) di Makassar.

La Pili mengatakan pihaknya tidak menggugat pasangan calon yang lolos ataupun tidak lolos. Namun tuntutan itu dilakukan dalam konteks menegakkan aturan.

Ada tahapan yang tidak sesuai sehingga ada upaya mempertanyakan karena semua tahapan Pilkada sudah jelas aturannya dalam peraturan KPU. Olehnya kata La Pili, pihaknya hanya semata-mata memperjelas dibolehkan atau tidak aturan itu dilanggar.

“Kita tidak urus itu ada pasangan calon yang lolos atau tidak. PKPU sudah mengatur tentang jadwal tapi kok masih ada juga penerimaan di luar itu. Kalau itu terjadi berarti calon-calon lain yang juga selama ini mungkin tidak terkaver bisa juga donk,” kata La Pili di Kendari, Minggu (6/9/2015)

Mengenai adanya himbauan dari Panwas Muna yang tidak memperkenankan pasangan calon untuk menggugat pasangan calon lainnya. La Pili beralasan tidak mengugat pencalonan pesaingnya (Rusman-Malik) tetapi ada aturan yang seolah-olah ada masih janggal.

La Pili mengatakan bukan soal menang kalah terhadap gugatan itu, tapi yang diharapkan setelah proses berjalan akan ada kejelasan apakah aturan yang dilanggar itu dibenarkan atau tidak. Mengenai gugatan diterima atau tidak itu sudah diserahkan pada ahli-ahli hukum yang terpercaya.

“ Yang jelas kita sudah mempercayakan pada tim hukum kita. Hasilnya silahkan diikuti tapi sekali lagi kita hanya memperjelas aturan,” kata La Pili.



Penulis: Muhamad Taaslim Dalma (ZONASULTRA.COM)

DPP “Turun Gunung” Usut Mahar Pilkada, Pengurus Nasdem Sultra Terancam Dipecat

Ilustrasi Mahar Politik
JENDELASULTRA.BLOGSPOT.COM, KENDARI – Dengan membawa semangat restorasi partai Nasdem tidak ingin bermain politik mahar dalam proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015. Untuk mengevaluasi hal itu, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Nasdem bersama seluruh pengurus Nasdem Sulawesi Tenggara (Sultra) dari tingkat provinsi sampai kabupaten melakasanakan rapat kordinasi (rakor) di salah satu hotel di Kendari, Minggu (6/9/2015).

Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem Sultra Ikhwan Mapilawa mengatakan dalam rapat tersebut ada aduan yang masuk terkait permainan politik mahar. Terkait pengurus mana yang diduga tersebut belum dapat dipublikasikan.

“Mohon maaf belum bisa diekspos, nanti sudah ada keputusan baru disampaikan. Sanksinya yang terberat adalah dikeluarkan dari kepengurusan partai. Kalau yang berkembang tadi baru sekitar dua (aduan),” kata Ihwan di sela-sela rakor.

Lewat rakor tersebut juga akan diidentifikasi kader-kader yang bermasalah dalam persoalan Pilkada untuk ditindaklanjuti langsung oleh DPP Nasdem. Makanya, kata Ikhwan DPP turun gunung langsung memastikan kader-kader Nasdem berada di jalur yang benar.

Pada dasarnya Nasdem ingin memenangkan pertarungan Pilkada 2015 dengan politik tanpa mahar. Hal ini kata Ikhwan agar calon-calon bupati yang telah diusung nasdem jika terpilih bisa mengedepankan kepentingan rakyat.



Penulis: Muhamad Taaslim Dalma (ZONASULTRA.COM)

PAN Tinggalkan KMP, Ridwan Bae: Dalam Voting Tertutup KIH Masih Kuat

Partai Amanat Nasional (PAN)
JENDELASULTRA.BLOGSPOT.COM, KENDARI - Partai Amanat Nasional (PAN)  telah resmi bergabung dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang mendukung pemerintahan Jokowi dan berpaling dari Koalisi Merah Putih (KMP). Hal itu membuat posisi KIH di DPR RI semakin kuat dalam mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah.

Menanggapi hal itu, Anggota DPR RI dari partai Golkar Ridwan Bae mengatakan anggota DPR RI dari fraksi PAN belum tentu setuju dengan dengan keputusan itu. Dalam voting-voting tertutup kekuatan KMP masih kuat untuk mendominasi KIH.

“Bagi kami di KMP tidak mempersoalkan itu. Silahkan dengan sikapmu (PAN), tetap kita menjaga kebersamaan,” kata Ridwan di Kendari, Jum’at (4/9/2015).

KMP telah merelakan PAN untuk bergabung dengan KIH, namun untuk kebijakan pemerintah tetap dalam pengawasan partai-partai di KMP. Lanjut Ridwan, kalau pemerintah bertindak benar maka KMP akan mendukung dari luar, kalau salah akan dilawan dari luar.

Ridwan menambahkan menjadi hak PAN untuk pindah ke koalisi pemerintah (KIH) dengan alasan masalah ekonomi diperlukan persatuan. Bahasa seperti perlu didengarkan namun bahasa itu tidak sejalan dengan fakta yang ada di lapangan karena buktinya dolar terus menguat.

“jadi orang juga bisa berpikir bahwa ini akal-akalan apa (kepindahan PAN). Apa penyelamatan partainya atau ketua umumnya, dari aspek-aspek yang menurut dugaan banyak orang misalnya. Atau mereka dijanjikan dan berharap jabatan tertentu misalnya. Itu bisa jadi  dugaan banyak orang,” kata Ridwan.


Penulis: Muhamad Taslim Dalma (ZONASULTRA.COM)

Ridwan Bae Serius Kembali Nyalon Gubernur Sultra

Ridwan Bae
JENDELASULTRA.BLOGSPOT.COM, KENDARI - Dalam momen musyawarah daerah (Musda) Dewan Pimpinan daerah (DPD) 1 partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) kubu Abu Rizal Bakri, Ridwan Bae menyatakan akan mencalonkan diri dalam pemilihan gubernur  (Pilgub) Sultra 2018. Untuk itu dia berharap terpilih kembali sebagai ketua DPD 1 Golkar Sultra.

Anggota DPR RI Dapil Sultra ini mengatakan keinginan untuk menjadi calon gubernur merupakan sikap yang telah ditunjukannya kepada semua kader partai Golkar lewat Musda yang sedang dilaksanakan. Kemudian, lewat ketua Golkar Sultra, dia berharap dapat memberikan yang terbaik bagi perkembangan Golkar.

“Bahwa saya mengucapkan untuk menjadi calon gubernur, itu adalah sikap saya. Di forum resmi seperti ini adalah sebuah keresmian. Ini bukan bicara main-main,” kata Ridwan di sela-sela pembukaan Musda di salah satu hotel Kendari, Jum’at (4/9/2015).

Untuk calon ketua DPD 1 Golkar Sultra tergantung DPD 2 masing-masing kabupaten, siapa calon yang akan dipilih untuk memimpin Golkar Sultra. Lanjut Ridwan, belum dapat diketahui siapa kandidat yang akan bersaing dengannya untuk menduduki jabatan ketua Golkar Sultra periode selanjutnya karena pemilihannya malam ini atau besok.

“Jika DPD 2 masih menghendaki saya. Tentu saya masih ingin sekali. Bukan untuk menjadi ketua sebenarnya tapi bahwa melalui ketua itulah keinginan saya untuk mengangkat harkat dan martabat partai Golkar ini. Melalui konsolidasi internal dari desa, kecamatan, dan kabupaten,” kata mantan bupati Muna 2 periode itu.


Penulis: Muhamad Taslim Dalma (ZONASULTRA.COM)

Musda Golkar Sultra, Ridwan Bae Aklamasi?

Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra).
JENDELASULTRA.BLOGSPOT.COM, KENDARI – Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) 1 Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) akan digelar besok (Jum’at, 3/9/2015) pukul 14.00 WITA di Hotel Clarion Kendari. Untuk figur yang akan mencalonkan diri sebagai Ketua DPD 1 Golkar Sultra baru Ridwan Bae yang dipastikan maju kembali.

Sekretaris DPD I Partai Golkar Sultra Basri mengatakan Ketua DPD 1 Golkar Sultra saat ini Ridwan Bae dipastikan akan mencalonkan diri sementara untuk kandidat lainnya belum dapat dapat diketahui karena nanti besok baru diketahui calon yang mendaftar.  Adapun pemegang hak suara untuk memilih ketua menjadi kewenangan DPD 2 Golkar kabupaten.


“Ridwan masih boleh tampil menjadi ketua. Dalam ketentuan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga tidak ada ketentuan bahwa sekian periode. Tergantung kemauan para pemegang hak suara, kalu masih diinginkan yah apa salahnya,” kata Basri di Kendari, Kamis malam (3/9/2015).


Sebagai kader Golkar semua mempunyai hak untuk tampil mencalonkan diri sebagai ketua. Lanjut Basri lewat Musda tersebut akan ditentukan siapa ketua dan pengurus DPD I Golkar Sultra untuk periode 5 tahun ke depan . 


Kepengrusan DPD 1 Golkar Ridwan Bae sebenarnya berakhir Desember 2015 sesuai SK kepengurusan, namun  percepatan Musda dilaksanakan untuk kebaikan.  Basri menambahkan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar Abu Rizal Bakri yang dipastikan hadir yaitu Ketua Bidang organisasi DPP Golkar Freddy Latumahina. 



Penulis: Muhamad Taslim Dalma (ZONASULTRA.COM)

Rusman-Malik Diplenokan Lolos Oleh KPU Muna

Rusman Emba
JENDELASULTRA.BLOGSPOT.COM, KENDARI - Kabar bahagia datang dari pasangan Rusman Emba dan Malik Ditu karena KPU Kabupate Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), resmi menetapkan keduanya menjadi calon bupati/wakil bupati. Sebelumnya pasangan berakronim Rumah Kita (Rusman Malik Miliki Kita) ini sempat terhambat  karena Pengadilan Negeri (PN) Raha (Muna) terlambat mengeluarkan surat keterangan tidak dalam tanggungan utang. (Baca:  Rusman–Malik Terhambat, Ini Tanggapan Bawaslu Sultra)

Hasil rapat pleno tertutup penetapan calon (Senin 24/8/2015) diteken oleh lima komisioner dan disaksikan oleh Sekretaris KPU Muna pada pukul 16.40 Wita.Total hanya tiga pasang calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Muna yang akan bersaing dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) periode 2016-2021, sementara satu calon independen gugur.  (Baca: Masalah Pencalonan Rusman-Malik, KPU Muna dan KPU Sultra Minta Petunjuk KPU RI)

Tiga paslon yang ditetapkan KPU yakni LM Rusman Emba - Malik Ditu, LM. Baharuddin-La Pili dan La Ode Arwaha Adi Saputra-La Ode Samuna.  Paslon non partai (perseorangan/independen) La Iru-La Ode Sahruddin dinyatakan gugur karena tidak memenuhi syarat dukungan.


"Salah satu poin rekomendasi yang dikeluarkan  panwaslu setempat menyebutkan agar KPU menerima surat keterangan tidak sedang menanggung utang yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Raha tertanggal 20 Agustus 2015 lalu," kata salah satu komisioner KPU Muna Andi Arwin dikutip dari zonasultra.com.


Hasil temuan panwas bahwa KPU dianggap telah melanggar administrasi karena tidak memberikan keterangan kepada pasangan calon Rusman-Malik saat mencheck list berkas yang dimasukan. Selain itu, menurut Andi KPU sebagai lembaga penyelenggara pilkada diwajibkan menindaklanjuti rekomendasi pihak bawaslu sesuai tingkatannya. Ini diatur dalam pasal 139 ayat 2 Undang Undang (UU) nomor 1 tahun 2015 dan Peraturan KPU nomor 25 sebagaimana yang diubah dengan Peraturan KPU nomor 13 tahun 2014 pasal 17, tentang tindak lanjut temuan bawaslu sesuai tingkatannya. (Baca:  Problem Pencalonan Rusman-Malik, Ini Rekomendasi Panwas Muna)



Penulis: Muhamad Taslim Dalma (ZONASULTRA.COM)